KARYA TULIS METODE ILMIAH
MANFAAT CUCIAN BERAS TERHADAT
PERTUMBUHAN TUMBUHAN

Disusun Oleh :
1. Dama Fachri W.
2. Anita Yuni
3. A. Larasanti
4. Siti Nurjanah
5. Yeti
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI MARGOMULYO
MULTIMEDIA I
Tahun Pelajaran
2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Hutan
merupakan jantung dunia yang banyak mempunyai fungsi penting bagi kehidupan
makhluk hidup di bumi ini. Namun, banyak hutan-hutan gundul serta kebakaran
hutan terjadi dimana-mana terutama hutan didaerah tropis. Akibatnya banyak
hutan yang tak berfungsi layaknya hutan yang sebenarnya.
Hutan yang
rusak tidak hanya disebabkan oleh ulah manusia melainkan juga faktor kandungan
air. Air juga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pengaruh
air sangatlah penting karena air merupakan faktor yang terpenting bagi tanaman.
Jika diberi air, namun air tersebut mengandung bahan berbahayadidalamnya, maka
tanaman tersebut akan mati. Jadi kita harus mengetahui air apa saja yang
berguna bagi tanaman tersebut. Di dalam kehidupan kita sehari-hari kita pasti
memerlukan tanaman terutama untuk mendapatkan oksigen yang dihasilkan dari
fotosintesis tanaman pada siang hari. Untuk melakukan fotosintesis, tanaman
pasti membutuhkan zat-zat atau faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya
fotosintesis. Faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor internal
dan faktor eksternal. Pada karya tulis ini, kami meneliti tentang pengaruh
salah satu faktor eksternal pada pertumbuhan tanaman yaitu kandungan air.
Dalam karya
tulis ilmiah ini kami melakukan penelitian tentang pengaruh air tanah, air
cucian beras dan air detergen pada kacang hijau. Kami berharap karya tulis ini
berguna dalam penggunaan air sisa terhadap tanaman.
B.
Rumusan
Masalah
a.
Bagaimana pengaruh kandungan pada air cucian
beras (leri) bagi pertumbuhan kacang hijau?
b.
Bagaimana pengaruh kandungan pada air detergen
bagi pertumbuhan kacang hijau?
C. Tujuan
Mengetahui
pengaruh kandungan pada air cucian beras (Leri) bagi pertumbuhan kacang hijau.
D. Manfaat
Penelitian
Dengan adanya
penelitian ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui kandungan pada air cucian
beras yang dapat mempengaruhi pertubuhan tanaman.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Manfaat Air Cucian Beras
Pertama, air cucian beras dapat
dijadikan sebagai pembersih muka dan jerawat.Tentunya buat anak-anak yang akan
dan telah memasuki masa puber. Jerawat adalah salah satu kendala untuk tampil
menarik di hadapan umum, terutama lawan jenisnya. Jika anda telah mencoba
banyak cara untuk menyingkirkan jerawat, tetapi kurang mendapat hasil yang
memuaskan atau bahkan tidak mendapat hasil, anda dapat mencoba air cucian beras
ini. Caranya cukup sederhana, cukup membasuhkan air cucian beras tersebut
keseluruh bagian muka atau kedaerah yang berjerawat, diamkan kurang lebih
selama 5-10 menit, kemudian bilas/basuh dengan air hangat.Insya Allah jerawat
yang tadinya begitu mengganggu dapat dinetralisirkan.Tips dari saya, gunakan
sebelum tidur setiap hari, untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Kedua, air cucian beras dapat
mempermanis tanaman buah anda. Cukup dengan mencampurkan air cucian beras ke
tanaman buah yang anda tunjuk setiap hari, maka Insya Allah buah-buahan hasil
kebun akan terasa lebih manis dari sebelumnya. (Sedikit catatan, kualitas beras
anda juga sangat berpengaruh pada hasil). (www.yahoo.com).
Air bekas cucian beras juga bisa
dijadikan sebagai pupuk lho.Kandungan vitamin B1 dalam air cucian beras
mempunyai peranan metabolisme tanaman dalam hal mengkonversikan karbohidrat
menjadi energi untuk menggerakkan aktifitas di dalam tanaman. Sehingga dengan
demikian tanaman yang mengalami stres karena kondisi bare root (pengiriman
tanpa media) ataupun dikarenakan pemindahan tanaman ke media baru, untuk
tanaman yang sudah sehat pun akan menjadi lebih tidak gampang stres, makanya
kalo habis cuci beras, air bekas cucian beras air bekas cuciannya jangan
dibuang, lebih baik air bekas cuciannya buat siram tanaman. (www.plantamor.com).
B.
Kandungan Air Cucian Beras
Air cucian beras memiliki kandungan
nutrisi yang melimpah, diantaranya karbohidrat berupa pati sebesar 85-90
persen, protein glutei, selulosa, hemiselulosa, gula dan vitamin yang
tinggi.Juga dapat berfungsi sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman
yang ramah lingkungan serta banyak dijumpai di lingkungan sekitar. (www.okezone.com)
Kandungan nutrisi beras yang
tertinggi terdapat pada bagian kulit ari. Sayangnya sebagian besar nutrisi pada
kulit ari telah hilang selama proses penggilingan dan penyisihan beras. Sekitar
80% vitamin B1, 70% vitamin B3, 90% vitamin B6, 50% mangan (Mn), 80% Fosfor
(P), 60% zat besi (Fe), 100% serat dan asam lemak esensial hilang dalam proses
membuat beras lebih “indah” untuk dimakan. (Free. Vism.Org/12/sponsor).
Fosfor berperan dalam memacu
pertumbuhan akar dan pembentukan sistem penakaran yang baik dari benih dan
tanaman muda.Nutrisi lainnya adalah zat besi yang penting bagi pembentukan
hijau daun (klorofil) juga berperan penting dalam pembentukan karbohidrat,
lemak, dan kitonutrien yang tinggi. Vitamin berperan penting dalam proses
pembentukan hormon dan berfungsi sebagai keonzim (komponen not protein) untuk
mengaktifkan enzim. (www.google.com).
C.
Mencegah Penyakit Dengan Air Cucian Beras
Petani sering kali menggunakan
pestisida sintetik secara berlebihan sehingga menimbulkan dampak negatif yang
tidak diinginkan misalnya menimbulkan patogen sekunder, matinya musuh alami dan
merusak lingkungan.Bahkan hasil pertanian yang mengandung residu pestisida yang
berbahaya bisa ditolak oleh pasar.
Salah satu inovasi menyuburkan
tanaman datang dari Bogor.Penelitian mahasiswa institut pertanian Bogor (IPB),
Yayu Siti Nurhasanah.Menurut Yayu air cucian beras merupakan media alternatif
pembawa bakteri pseudomonas florescent.Bakteri tersebut adalah mikroba yang
berperan dalam pengendalian patogen penyebab karat dan dapat memicu pertumbuhan
tanaman (Kabar Kampus.com).
Klasifikasi kacang hijau (phaseolus radius L)
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi : Spermatophyte (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
Sub kelas : Rosidae
Ordo :
Fabales
Famili : Fabaceae (Suku polong-polongan)
Genus : Phaseolus
Spesies :
PhaseolusRadius L
D.
Langkah Kerja
1.
Pembuatan
a.
Menyiapkan beras
b.
Menyiapkan air
c.
Mencuci beras
d.
Menampung air cucian beras
2.
Pembuatan
a.
Mencuci ulang beras yang pertama
b.
Menampung air cucian beras
3.
Penanaman tanaman kacang hijau
Gelas I
a.
Menyiapkan gelas aqua
b.
Memasukkan kapas ke dalam gelas
c.
Menanam biji kacang hijau
d.
Disiram dengan air cucian beras yang kental
(pertama)
e.
Pengamatan
Gelas 2
a.
Menyiapkan gelas aqua
b.
Memasukkan kapas ke dalam gelas
c.
Menanam biji kacang hijau
d.
Disiram dengan air cucian beras yang encer
(kedua)
e.
Pengamatan
Gelas 3
a.
Menyiapkan gelas aqua
b.
Memasukkan kapas ke dalam gelas
c.
Menanam biji kacang hijau
d.
Disiram dengan air sumur (ketiga)
e.
Pengamatan
E.
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati hasil
penelitian berupa : panjang batang, dan banyaknya daun.
BAB III
METODE ILMIAH
METODE ILMIAH
A. Tempat
dan waktu
Tempat :
Waktu :
Waktu :
Hari/tanggal :
Jam :
B. Rancangan
Penelitian
Dalam penelitian inidigunakan rancanganeksperimen dengan 1
kali ulangan yang terdiri dari 3 tahapan :
1.
Pembuatan
air cucian beras (kental)
2.
Pembuatan
air cucian beras (encer)
3.
Penanaman
kacang hijau
C. Alat
dan Bahan :
Alat
:
-
3
gelas aqua
-
Penggaris
-
Kapas
-
Ember
Bahan :
-
Endapan
ari tajin
-
Air
tajin
-
Air
murni
-
Biji
kacang hijau
D. Langkah
Kerja
-
Gelas
pertama diisi dengan kapas yang dicelupkan keendapan air tajin kemudian di atas
kapas kapas basah diletakkan bebebrapa biji kacang hijau.
-
Gelas
kedua diisi dengan kapan yang dicelupkan ke air tajin, kemudian diatas kapas
basah diletakkan beberapa biji kacang hijau
-
Gelas
ketiga diisi dengan kapas yang dicelupkan ke air murni, kemudian diatas kapas
diletakkan beberapa biji kacang hijau
Pengukuran dan pengamatan dilakukan setiap hari selama 7
hari. Dan setiap hari dengan celupan kapas
E. Lembar
Observasi
Instrumen
yang dipakai dalam penelitian ini berupa lembar observasi untuk menuangkan
hasil pengamatan dalam penelitian lembar observasi yang dipakai berupa
Tabel
Penelitian
|
No
|
Waktu
|
Gelas 1
|
Gelas 2
|
Gelas 3
|
||||||
|
Hari
|
Tanggal
|
Jam
|
Panjang Batang
|
Banyak Daun
|
Panjang Batang
|
Banyak Daun
|
Panjang Batang
|
Banyak Daun
|
||
|
1
|
Senin
|
26
|
08.00
|
0,5 cm
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
2
|
Selasa
|
27
|
08.00
|
1 cm
|
1 helai
|
0,7 cm
|
1 helai
|
-
|
-
|
|
|
3
|
Rabu
|
28
|
08.00
|
1,7 cm
|
1 helai
|
1,4 cm
|
1 helai
|
0,4 cm
|
-
|
|
|
4
|
Kamis
|
29
|
08.00
|
2,3 cm
|
2 helai
|
2 cm
|
2 helai
|
1 cm
|
1
helai
|
|
|
5
|
Jum’at
|
30
|
08.00
|
3 cm
|
2 helai
|
2,5 cm
|
2 helai
|
1,4 cm
|
1
helai
|
|
|
6
|
Sabtu
|
1
|
08.00
|
3,5 cm
|
3 helai
|
3 cm
|
2 helai
|
2,1 cm
|
2
helai
|
|
|
7
|
Minggu
|
2
|
08.00
|
4,3 cm
|
3 helai
|
3,6 cm
|
3 helai
|
3 cm
|
2 helai
|
|


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Air cucian beras sangat membantu proses
pertumbuhan tumbuhan sesuai dengan kadar kekentalan dari air cucian beras yang
mengandung vitamin B1 dalam air cucian beras mempunyai peranan metabolisme
tanaman dalam hal mengkonversikan karbohidrat menjadi energi untuk menggerakkan
aktifitas di dalam tanaman
B. Saran
Seharusnya masyarakat sadar akan manfaat
dari kandungan air cucian beras sehingga dapat dijadikan energy alternative
untuk dijadikan pupuk tanaman yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan
kimia sedikitpun .
Daftar Pustaka
www.okezone.com
Free. Vism.Org/12/sponsor


23.10
Dama Fachri
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar